Miskin itu karena MALAS

islampos.com—MARZUKI Alie, Ketua DPR RI memang selalu menjadi berita. Belum lama ini ia beranggapan bahwa kemiskinan dan kesengsaraan hidup yang melanda sebagian besar rakyat Indonesia disebabkan oleh sifat malas bekerja. Menurut Marzuki, tidak ada orang bisa jatuh miskin lantaran disebabkan orang lain. Ia berkeyakinan, kalau seseorang mau berusaha, pasti orang itu tidak akan jatuh miskin. Jadi kalau sampai ada rakyat Indonesia yang jatuh miskin maka, menurut Marzuki, adalah salahnya sendiri karena malas.

“Orang miskin itu karena salahnya sendiri dia malas bekerja. Jadi bukan salah siapapun kalau ada orang miskin,” tandas Ketua DPR Marzuki Alie saat berbicara dalam acara seminar di Kongres BEM PTNU (Badan Eksekutif Mahasiswa-Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama) se-nusantara di kampus Unipdu Rejoso, Peterongan, Jombang, Minggu (8/7/2012), demikian seperti dikutip dari kabarnet.

Pernyataan Marzuki ini muncul ketika menjawab pertanyaan seorang peserta seminar. Saat moderator Zaimudin Asad (Gus Zuem) membuka sesi dialog pertama, sejumlah mahasiswa langsung mengacungkan jari hendak bertanya.

Gus Zuem pun lantas memberikan kesempatan kepada empat mahasiswa. Diantara peserta yang bertanya, ada yang mengkritisi maraknya kasus korupsi di Indonesia, termasuk yang dilakukan oleh para anggota dewan. “Menurut Pak Marzuki, sejauh mana korupsi itu berimbas pada munculnya kemiskinan di Indonesia?” tanya salah seorang mahasiswa.

Pertanyaan itu langsung disambut oleh politisi asal Partai Demokrat ini. Namun dia bukannya mengulas soal korupsi yang banyak melibatkan anggota dewan yang dipimpinnya, malah justru menyalahkan rakyat Indonesia yang miskin sebagai orang malas, “Tidak ada orang miskin itu yang disebabkan orang lain. Salah sendiri malas! Kalau mau usaha, pasti tidak miskin!” tukas Marzuki.

Meski berpendapat begitu, Marzuki tidak menyamaratakan semua orang miskin. Menurutnya, ada juga kalangan orang miskin tertentu yang layak untuk dibantu. Untuk itu, Marzuki mengajak semua pihak untuk membantu orang miskin tertentu, misalnya, orang miskin yang disebabkan oleh cacat fisik atau sakit sehingga dia tidak bisa mencari nafkah sebagaimana mestinya. “Kalau orang miskin karena keterbatasan tubuh, ya harus kita bantu,” ujarnya. [islampos/kabarnet]

Fri, 22 Nov 2013 @17:09


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+4+9

Copyright © 2017 SilalahiCorporation · All Rights Reserved